Rania kecil bersama keluarganya tinggal di pinggiran rel kereta api. Walau hidup miskin Rania dididik ayahnya untuk percaya pada impian dan meyakininya. Rania memutuskan berhijab sejak remaja. Hijab dan kemiskinan bukan hambatan buat seorang Rania.
Rania pun berkeliling dunia sebagai seorang penulis yang sukses. Ia sering mendapatkan undangan ke luar negeri, kegiatan yang ia lakukan itu memberikannya julukan The Jilbab Traveler. Sampai suatu ketika ia mendapat telepon dari ibunya, yang menyatakan ayahnya sedang sakit keras. Ia terpaksa pulang ke rumahnya demi ayahnya.
Di pertemuan itu ayahnya menyuruh Rania untuk ke Baluran. Siapa tahu ia bertemu dengan jodohnya. Seperti ayah dan ibunya yang bertemu disana. Ibunya memberikan foto saat pertemuan mereka. Rania pun menjalankan keinginan ayahnya.
Rania pun pergi ke Baluran. Disanalah awal perjumpaannya dengan Hyun Geun. Saat Rania tengah asyik menikmati keindahan Baluran, tiba-tiba ada seseorang yang mengambil gambar dirinya melalui kamera. Rania marah pada lelaki itu, karena ia tak meminta izin padanya saat mengambil foto itu.
Namun, lelaki itu mengatakan kalau yang salah itu Rania, karena dia masuk saat lelaki itu sedang memotret keindahan alam Baluran. Saat Rania dan lelaki itu bertengkar datang seorang lelaki lain yang mengaku bahwa ia adalah teman lelaki Korea itu. Setelah perselisihan itu mulai reda. Lelaki yang baru datang itu memperkenalkan dirinya. Namanya Alfin sahabat si lelaki Korea yang bernama Hyun Geun.
Hyun Geun kembali membuat Rania kesal, ia mengatakan kalau Korea lebih indah dari Indonesia. Rania tak mau kalah, ia mengatakan kalau Indonesia memiliki kawah belerang terindah di dunia namanya kawah ijen. Jangan bilang indah kalau belum ke kawah ijen. Akhirnya Alfin dan Hyun Geun meminta Rania untuk mengantarkannya kesana. Awalnya Rania menolak karena harus segera kembali ke rumahnya. Namun ia terpaksa mengatakan ia ketika Hyun Geun mengatakan ia pembohong kalau kawah ijen itu indah.
Mereka pun akhirnya melakukan perjalanan ke kawah ijen. Malam pun tiba ketika sampai di terminal Rania ketinggalan angkot terakhir dan ia kebingungan. Lalu Hyun Geun mengatakan bahwa Rania bisa tidur bersamanya. Rania kaget mendengarnya. Namun hal itu langsung di klarifikasi oleh Alfin, maksud dari Hyun Geun adalah Rania bisa tidur di penginapannya dengan kamar yang terpisah.
Rania pun melanjutkan pekerjaan menulisnya di malam hari. Sampai Hyun Geun memberikan di suju (minuman beralkohol) namun Rania menolaknya. Alfin pun menanyakan bahwa Rania itu seorang penulis dan kamera yang dia gunakan hanya kamera digital biasa. Rania menjawab dengan santai, untuk gambar yang bagus bukan tergantung kameranya.
Rania pun dikejutkan oleh kedatangan Mas Ilhan. Mas Ilhan disuruh menjemput Rania karena ayahnya telah meninggal dunia. Rania menyesalkan perjalanan yang ia lakukan kali ini. Sampai ia berniat untuk berhenti menjelajahi dunia. Setiba dirumah Rania langsung memeluk ibunya dan menangis. Sang ibu langsung bertanya apakah ia sudah menemukan yang ia cari selama ini atau belum. Pertanyaan yang disampaikan ibunya adalah pesan terakhir dari ayahnya.
Rania pun berhenti menjelajahi dunia dan menemani ibunya. Perasaan bersalah yang mendorongnya melakukan hal itu. Setelah Rania pergi Hyun Geun menemukan kamera Rania yang tertinggal di kamarnya. Hyun Geun membuka kamera Rania yg melihat-lihat foto yang ada didalamnya. Sampai beberapa saat Hyun Geun memutuskan untuk memotret dirinya dengan selembar kertas yang bertuliskan minta maaf.
Hyun Geun meminta Alfin mencari tahu alamat Rania. Setelah mendapatkan alamat Rania mereka berdua pergi menuju rumah gadis cantik itu. Saat tiba dirumah yg mereka tuju. Rania hendak pergi bersama Ilhan, Hyun Geun pun segera mengembalikan kamera milik Rania. Hyun Geun mengatakan pada Rania dia pasti membutuhkan kamera itu. Namun Rania menjawab dia akan berhenti menjelajahi dunia.
Rania pun pergi dengan Ilhan. Sepulang dari urusannya, Rania diajak ke sebuah rumah. Dirumah itu adalah proyek Ilhan dan teman-temannya. Mereka mengajari ibu-ibu untuk mambaca dan menulis. Ilhan berharap dengan kehadiran Rania bisa membawa semangat baru buat para ibu-ibu tersebut.
Sesampainya dirumah, Rania melihat isi kameranya. Disana ia mendapati sebuah foto Hyun Geun yang memakai peci, baju koko dan sarung dengan memegang sehelai kertas yg bertuliskan permintaan maaf. Sayang foto itu segera dihapus oleh Rania. Rania pun berhasil memberikan semangat buat para ibu yang sedang belajar mengejar paket c.
Beberapa bulan kemudian Eros kakak laki-laki Rania menemukan surat undangan untuk Rania ke Korea. Keluarganya pun menanyakan jawaban Rania. Kedua kakaknya meyakinkan Rania untuk tetap di Indonesia. Rania mengiyakan keputusan yang kakaknya berikan. Namun, sang ibu tahu bahwa itu bukan jawaban hati putri bungsunya. Saat sang putri sedang diteras rumah sang ibu bertanya apakah puterinya itu bahagia atau tidak dengan keputusannya. Rania bertanya kembali apakah ibunya bahagia.
Sang ibu menjawab bahagia jika putrinya bahagia. Akhirnya Rania memutuskan untuk menerima undangan itu. Rania meminta izin pada Ilhan dan pamit dengan para ibu. Rania pu terbang ke Korea. Disana Rania disambut oleh Alfin. Kehadiran Rania di Korea tak lepas dari pengawasan Hyun Geun.
Sampai suatu hari Rania mendengar percakapan Hyun Geun dan Alfin. Alfin menyuruh Hyun Geun pergi dari Rania. Alfin tidak mau tujuan Rania ke Korea berantakan. Saat Hyun Geun pergi, Rania menyusul dan memanggilnya. Rania mengucapkan belasungkawa atas kepergian ibunya. Lalu Hyun Geun menawarkan jadi tour guide buat Rania selama ia berada di Korea. Rania pun setuju.
Rania bahagia berada di Korea. Sampai suatu ketika ia mendapatkan tiket pesawat yang mengharuskan Hyun Geun pergi. Namun tidak ia lakukan, karena ingin sahabatnya bahagia berada di negerinya.
Beberapa hari kemudian Rania memasak sesuatu untuk Hyun Geun. Saat ia hendak menemui lelaki itu, ditengah jalan ia dicegah oleh seorang wanita yang mengaku sebagai teman dekat Hyun Geun. Wanita itu mengundang Rania untuk ke pestanya nanti malam. Rania setuju, dan ia menitipkan masakan yang telah ia buat untuk Hyun Geun. Wanita itu menerimanya untuk membantu Rania memberikan masakan itu.
Sayang wanita itu membuang titipan Rania. Ia membuangnya karena terbakar api cemburu. Malam hari Rania datang ke pesta itu. Hyun Geun yang kaget melihat Rania mengajaknya untuk pergi. Awalnya Rania menolak, sampai akhirnya Rania harus mendengar sebuah pengumuman dari Ayah wanita itu. Sang Ayah mengatakan bahwa putrinya akan segera menikah dengan Hyun Geun. Rania sedih, kecewa dan patah hati. Rania beranjak dan pergi dari pesta itu. Kepergian Rania disusul oleh Alfin, tapi sayang tak ke kejar oleh lelaki itu.
Keesokan paginya, Rania dikejutkan oleh kedatangan Ilhan di Korea. Ilhan yang sengaja datang ke Korea dengan tujuan menjemput Rania dan memberikan suprise. Disaat yang bersamaan Hyun Geun datang ke penginapan gadis cantik itu. Sayang, ia melihat Ilhan disana dan sebaliknya. Kotak hadiah yang hendak diberikan ke wanita yang ia cintai terpaksa ia taruh di dekat penginapan itu.
Ilhan mengambil kotak yang ditinggalkan Hyun Geun dan mengembalikan pada lelaki berambut gondrong itu. Sedikit pertengkaran terjadi antara keduanya. Akhirnya Hyun Geun pergi meninggalkan Rania. Setelah Rania selesai menyerahkan tulisannya, Rania di kejutkan oleh usaha Ilhan yang mengajaknya menikah. Didepan keluarganya secara skype. Rania pun menerima Ilhan menjadi calon suaminya.
Setelah tiba Indonesia Rania dan Ilhan mempersiapkan semuanya. Sampai saat Rania sedang fitting baju, ada email masuk via handphonenya. Rania meminta tolong kepada Ilhan untuk membukanya karena kakaknya hendak mengirim pesan. Sayang, yang masuk bukan pesan dari kakaknya tapi dari Alfin. Seketika pesan itu dihapus oleh Ilhan.
Beberapa hari setelah kejadian itu, akhirnya Ilhan memberanikan diri mengakui kesalahannya. Ilhan membongkar semuanya didalam mobil yang sedang ia kendarai. Ilhan mengatakan bahwa Alfin pernah membalas email Rania, dengan mengatakan bahwa Hyun Geun pergi ke palestina. Dan disana ia terkena musibah yang mengharuskan salah satu tangannya diamputasi. Rania sedih dan keluar dari mobil. Ilhan mengejar Rania kemudian mereka duduk di bangku taman.
Ilhan meminta maaf dan Rania pun meminta maaf tak seharusnya dia bersikap demikian. Lalu Rania menanyakan hal apa saja yang dikatakan oleh Alfin. Ilhan mengatakan kalau Hyun Geun saat ini tidak percaya diri, Alfin berharap Rania mau datang ke Korea untuk memberikan semangat kepada Hyun Geun. Rania bingung harus bagaimana, tetapi Ilhan mengatakan dan meyakinkan kalau Rania harus menemui Hyun Geun.
Akhirnya Rania pergi ke Korea dengan di temani Ilhan. Di gunung yang sangat indah Hyun Geun tengah mempersiapkan tripot kamera untuk memotret. Selalu saja jatuh tripotnya sampai Rania membantunya dan mengatakan kalau fotografer profesional tak perlu malu meminta bantuan orang lain. Mendengar hal itu Hyun Geun hendak pergi. Tapi terhenti oleh ucapan Ilhan bahwa jiwanya Rania adalah traveler, dan cinta tak selalu memiliki. Ilhan pergi dan menitipkan Rania pada Hyun Geun. Rania mengatakan pada Hyun Geun kalau Hyun Geun telah mencuri mimpinya, tapi dia suka Hyun Geun yang mencuri mimpinya.
Rania kini telah bersama orang yang ia cintai. Kini ia tak lagi sendirian keliling dunia. Sudah ada seseorang yang memiliki jiwa traveler.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar